JAMBI, -Harianpagi.com – Ruang digital Jambi belakangan ini diwarnai oleh lalu lintas informasi yang sangat padat. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, terselip ancaman informasi yang diduga tidak akurat atau hoaks. Hasil penelusuran lapangan harianpagi.com pada Kamis( 26/03/2026 ) di beberapa titik keramaian Kota Jambi menunjukkan tren menarik: masyarakat kini mulai punya cara sendiri untuk menangkal info palsu melalui metode STOP.
Dilema di Gerbang Sekolah
Di kawasan Telanaipura, Rendi (17), seorang pelajar SMA, hampir terjebak membagikan info yang diduga merupakan perubahan jadwal ujian palsu. Ia kini menerapkan langkah pertama: Silent.
“Dulu tangan saya gatal ingin langsung share. Sekarang, saya pilih Silent alias diam sejenak. Saya tarik napas, jangan langsung emosi cuma karena judulnya heboh,” ujar Rendi.
Kesadaran dari Meja Kantin Kampus
Di Mendalo, Siska (22), mahasiswi tingkat akhir, menekankan pentingnya langkah Think. Ia pernah membagikan tautan bantuan dana yang diduga hanya kedok penipuan data pribadi.
“Sekarang saya pakai logika. Saya Think dulu, masuk akal nggak? Berpikir kritis itu cara saya bertanggung jawab atas jempol sendiri,” katanya tegas.
Literasi di Balik Meja Dapur
Di Pasar Keluarga, Sipin, Ibu Ratna (48) kini lebih rajin melakukan Observe (Amati) terhadap info kesehatan yang diduga berlebihan klaimnya.
“Kalau ada ramuan aneh, saya Observe dulu. Saya cek di berita TV atau tanya anak. Kalau sumbernya cuma ‘katanya’ dari blog nggak jelas, saya coret,” tuturnya bijak.
Suara dari Kedai Kopi
Di Pasar Jambi, Pak Bambang (53), seorang wiraswasta, menutup dengan langkah final: Put it away. Ia sering menemui isu keamanan yang diduga sengaja diembuskan untuk bikin resah.
“Puncaknya ya Put it away. Buang infonya, jangan diteruskan ke grup WA. Kalau tidak kita bagi, berita bohong itu mati di tangan kita,” tegas Pak Bambang.
Panduan Mudah: Apa Itu Metode S.T.O.P?
Agar kita tidak terjebak dalam ambang batas informasi palsu, berikut langkah praktisnya:
S – Silent (Diam Sejenak): Jangan langsung bereaksi. Berhenti sejenak dari layar HP saat melihat berita yang bikin kaget atau marah.
T – Think (Berpikir Logis): Pakai akal sehat. Apakah info ini masuk akal? Kenapa judulnya sangat provokatif?
O – Observe (Amati & Verifikasi): Cek sumbernya. Cari info serupa di media resmi atau situs cekfakta.com. Pastikan beritanya bukan dari blog gratisan.
P – Put It Away (Buang & Jangan Teruskan): Jika diduga palsu, segera hapus. Jangan jadi “corong” yang ikut menyebarkan kebohongan.
Penutup
Kebenaran mungkin butuh waktu, tapi ia tidak akan pernah tersesat. Di tengah tsunami informasi, menjadi netizen yang cerdas adalah bentuk bela negara yang nyata, dan cara kita menjaga kedamaian kota tercinta.
Oleh karena itu, di tengah ambang batas antara fakta dan fiksi, kami harianpagi.com berkomitmen untuk terus menyajikan informasi yang tervalidasi.Punya pengalaman unik saat menghadapi hoaks? Yuk, berbagi di kolom komentar!
Pewarta : Harvery
Sumber : Liputan langsung ke sejumlah masyarakat Kota Jambi di berbagai wilayah tentang metode dan pola cara menghadapi berita atau isi hoaks.
