Oktober 2, 2026
IMG_20260904_142436

Tanjab Barat.- berita harian pagi. com-
Dugaan Punggutan Liar (Pungli) Di SMP Negeri 14 Tanjab Barat yang berada di Desa Bukit Indah,Kecamatan Muara Pqpalik,tampaknya sudah dikeluhkan oleh para Wali Murid,
Dimana pada Bulan Juni Komite Sekolah melaksanakan Rapat atas Dasar permintaan Sekolah terkait akan adanya Pembangunan konblok yang berada di Halaman Sekolah yang biasa dijadikan tempat Upacara , Para wali Murid dikenakan denga Tarif sebeaar Rp 800.000 /siswa.

Berlanjut lagi pada Bulan Agustus melalui permintaan pihak Sekolah Komite lagi-lagi melakukan Pungutan senilai Rp 250.000 kepada wali Murid untuk perbaikan WC siswa,

Padahal Seklolah yang berada ditengah Pemukiman Desa ini memiliki Kebun sawit seluas 1 Ha , dimana hasil dari Kebun tersebut sepenuhnya digunakan untuk keperluan sekolah,

Salah satu Siswa yang enggan Namanya untuk dipublikasi membenarkan adanya Pungutan dari pihak sekolah sebesar Rp 800.000,/siswa , untuk membangun konblok,’ memang benar, dan kita diwajibkan diwajibkan untuk membayar, ujarnya.

Hal serupa juga dituturkan oleh Siswa Lainnya, Punggutan yang dilakukan bukan hanya untuk membangun konblok, akan tetapi pihak Komite dan Sekolah juga membebani siswa untuk melakukan Rehab WC ,” Dalam bulan ini ( Agustus,_Red) pihak Komite dan Sekolah mewajibkan para siswa iuran uang sebesar Rp 250.000, dengan alasan perbaikan WC siswa,” Katanya.

Terpisaah Ketua Komite H Narno yang sempat dihubungi melalui Via telpon membantah jika pihak Sekolah tak terlibat,sebab semua atas permintaan pihak Sekoalah ,bahkan pihak sekolah ikut serta dalam pembahasan dan keputusan yang diambil,” kalau bukan saran atau keinginan pihak sekolah tentu semua tak akan terjadi,Ujarnya.

Lanjutnya dalam hal perencanaan,Pengelolaan bahkan Pelaksanaaan pihak sekolah terlibat secara Aktif , ” Semua yang mengatur pihak sekolah, ” Ujarnya, mengakhiri.

Kepsek SMP Negeri 14 Tanjab Barat, Endang SPd belum bisa di mintai keterangan ,meski berrulangkali dihubungi lewat Via telpon namun tetap saja tidak digubris.

Kamis, 3 September 2026 media berita harian pagi berusaha mengkonfirmasi sekertaris dinas pendidikan (zainul) dan kasi pengelolaan pendidikan SMP (epi hariyanto) melalui chat via WhatsApp tidak ada tanggapan dan memilih bungkam.

*tim redaksi*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *