Kota Jambi -Berita Harian Pagi.Com-LSM LIM Suarakan Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Di provinsi Jambi yang menelan anggaran hampir mencapai 500 Milyar.Pembangunan sekolah tersebut tidak Selesai sesuai dengan waktu kontrak kerja.Kinerja Pelaksana kegiatan Menjadi sorotan publik.30/072026
Korlap Aksi Haris Menyuarakan Dengan Lantang Terkait Keterlambatan Pekerjaan Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat yang Menelan anggaran sangat fantastis Yaitu hampir mencapai 500 Milyar rupiah.Pembangunan sekolah rakyat yang merupakan salah satu program unggulan dari Bapak Persiden Prabowo Subianto dijadwalkan rampung di bulan Juni 2026 namun nyata nya sampai akhir bulan juli 2026 Pembangunan Gedung sekolah Rakyat tersebut belum rampung sepenuh nya di kerjakan.
Proyek Pengerjaan pembangunan sekolah rakyat tersebut dikerjakan oleh kontraktor dari luar Jambi,anggaran yang dikucurkan merupakan anggaran APBN pusat.Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Provinsi Jambi berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, sementara dukungan program dan sektor pendidikannya dikoordinasikan bersama Kementerian Sosial serta Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Masa aksi menyuarakan keterlambatan waktu pengerjaan sekolah tersebut di depan Kantor PUPR Provinsi Jambi,dikarenakan Pihak yang menaungi dan melakukan pengawasan kegiatan tersebut yaitu Pihak Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Prasarana Strategis nya Numpang Berkantor di Dinas PUpr provinsi Jambi.
Aksi masa menuntut penjelasan terkait keterlambatan pengerjaan pembangunan gedung sekolah rakyat baik yang di lokasi dalam kota Jambi maupun yang berada di kabupaten Tanjung Jabung Timur.Masa aksi juga meminta penjelasan kepada pihak pelaksana serta pihak pengawasan terkait dilarang nya Rekan media dan LSM untuk melihat langsung kedalam lokasi pengerjaan proyek bangunan sekolah tersebut.Ada apa sebenar nya didalam lokasi kegiatan tersebut sehingga ketika rekan media dan LSM berkunjung ke lokasi tidak diperbolehkan untuk masuk kelokasi pekerjaan,hanya sampai sebatas pos penjaga dekat pagar,apabila mau masuk ke lokasi pekerjaan gedung sekolah harus minta izin dulu ke PU ,
Seharus nya apapun kegiatan yang menyangkut dengan penggunaan anggaran yang bersumber dari uang masyarakat,maka masyarakat pun berhak ikut serta dalam pengawasan kegiatan tersebut,namun aneh yang terjadi di pembangunan gedung sekolah rakyat yang berlokasi di Tanjab Timur,rekan media dan rekan LSM yang notabene nya mereka juga masyarakat,tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam lokasi kegiatan,kalau memang Media dan LSM yang tugas mereka adalah selaku kontrol monitoring perpanjangan tangan masyarakat tidak diperbolehkan melihat langsung ke lokasi pekerjaan tersebut,tunjuk kan dong aturan dan undang undang nya,teriak korlap aksi lantang .
Pantauan media ini di lokasi aksi,setelah lebih kurang dua jam ber orasi di depan kantor pupr provinsi,karena tidak satupun dari pihak rekanan maupun pihak pengawasan serta PPTK pekerjaan tersebut yang menemui masa aksi,keterangan dari pihak pengamanan kantor menyampaikan kosong tidak ada yang beradadi tempat,baik PPTK maupun Ppk pekerjaan tersebut,maka maa aksi membubarkan diri dengan tertib seraya berkata akan kembali lagi hari berikut nya dengan jumlah masa yang lebih besar .
Reporter : Guntur.
Penerbit : PT.Berita Harian Pagi
Editor : Redaksi.
