TANJUNG JABUNG BARAT —berita harian pagi. com– Pelaksanaan proyek rehabilitasi sedang berat ruang kelas SDN 040 Tanjung Jabung Barat tahun anggaran 2025 menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh cv indo perkasa konstruksi tersebut dinilai terkesan kurang maksimal dan diduga dikerjakan asal-asalan.
Sorotan terutama diarahkan pada kurangnya pengawasan dari Dinas Pendidikan serta konsultan pengawas selama proses pekerjaan berlangsung. Selain itu, letak SDN 040 yang cukup jauh disebut menjadi salah satu faktor yang diduga membuat pengawasan di lapangan tidak berjalan optimal.
Sabtu, 15 Agustus 2026 media berita harian pagi. com melakukan investigasi di SDN 040, selain lantai bangunan yang sangat memprihatinkan penuh dengan debu, didapati kondisi seng yang tampak sudah mulai berkarat.
Dari narasumber sumber dilokasi yang tidak mau disebutkan namanya, setiap malam kami lakukan penyiraman guna untuk mengurangi debu dan kenyamanan saat di lakukan kegiatan belajar mengajar, karna kami tau, debu merupakan sumber dari penyakit, ujarnya.
Ambo angka selaku PPTK dinas pendidikan tanjung tanjung barat memberi klarifikasi melalui chatingan via WhatsApp, bangunan tersebut dikerjakan sesuai rencana (tidak dikerjakan asal jadi) . tentang keramik dan plafon memang belum dikerjakan karena keterbatasan anggaran, namun pada dasarnya sudah dapat digunakan untuk proses belajar mengajar, rencananya proyek tersebut akan disempurnakan melalui APBD perubahan TA 2026, dan pekerjaan tersebut telah di periksa BPK di akhir tahun 2025, katanya.
Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan ruang lebih leluasa bagi pihak rekanan dalam melaksanakan pekerjaan tanpa pengawasan yang ketat. Masyarakat berharap pihak terkait memastikan seluruh pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis, kontrak, serta standar mutu yang telah ditetapkan.
Atas kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan konsultan pengawas diharapkan memberikan penjelasan terkait mekanisme pengawasan proyek tersebut.
Jika ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai kontrak atau spesifikasi, masyarakat berharap dapat dilakukan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Reporter : ardi
