Kuala Tungkal —berita harian pagi. com – Seorang dokter internship, dr. Myta Aprilia Azmy, yang bertugas di RSUD K.H. Daud Arif dilaporkan meninggal dunia dan memicu sorotan publik. Dugaan kuat mengarah pada beban kerja yang tidak manusiawi selama masa penugasannya.
Informasi yang beredar menyebutkan, almarhumah mengalami tekanan kerja berat, bahkan disebut menjalani tugas tanpa libur selama berbulan-bulan di bangsal maupun instalasi gawat darurat (IGD).
Babel Insight + 1
Selain itu, ia juga diduga tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam meski dalam kondisi kesehatan menurun, seperti sesak napas dan demam tinggi. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dirujuk dan sempat mendapatkan perawatan intensif sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Kasus ini turut disorot oleh Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) yang telah melayangkan laporan resmi ke Kementerian Kesehatan RI. Dalam laporan tersebut, disebutkan adanya dugaan pelanggaran aturan, termasuk minimnya supervisi dokter pembimbing terhadap peserta internship.
Tak hanya itu, muncul pula dugaan adanya tekanan mental atau perundungan verbal terhadap dokter internship, yang memperparah kondisi psikologis tenaga medis muda tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius dan memunculkan kembali kritik terhadap sistem kerja dokter internship di Indonesia, khususnya terkait jam kerja, perlindungan kesehatan, dan pengawasan selama masa magang.
Dirut RSUD KH DAUD ARIF Sahala Simatupang s, km saat di konfirmasi media ini melalui sambungan seluler via whatsApp mengatakan jangan dulu di beritakan sebab rencananya Senin 4 mei 2026, tim dari kementrian kesehatan RI akan turun ke Kuala Tungkal untuk melakukan konferensi pers, ujarnya.
Jurnalis : ardi
