Mei 26, 2026
IMG-20260504-WA0002

Kuala Tungkal – berita harian pagi. com -Upaya Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk menggelar konferensi pers terkait meninggalnya dokter internship, Myta Aprilia Azmy, dilaporkan mengalami kegagalan. Kegiatan yang sedianya menjadi momen klarifikasi kepada publik tersebut batal terlaksana tanpa penjelasan yang jelas.

Kegagalan konferensi pers ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menilai kurangnya transparansi dalam penyampaian informasi justru memperkeruh situasi dan menimbulkan tanda tanya besar terkait penyebab meninggalnya dokter muda tersebut.
Di sisi lain, Direktur Utama RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, S.KM, turut menjadi sorotan. Ia diduga telah memberikan pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. dugaan pembohongan publik ni mencuat setelah adanya keterangan antara pihak rumah sakit dengan informasi yang beredar dari berbagai sumber.

Beberapa kalangan, termasuk tenaga kesehatan dan aktivis, mendesak agar dilakukan investigasi secara menyeluruh dan independen guna mengungkap fakta yang sebenarnya. Mereka juga meminta Kemenkes RI untuk segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan tenaga medis, khususnya dokter internship yang selama ini dikenal memiliki beban kerja tinggi. Transparansi dan akuntabilitas dari semua pihak dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan baik dari pihak Kemenkes RI maupun manajemen RSUD KH Daud Arif terkait pembatalan konferensi pers tersebut.

Reporter : ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *