Tanjung Jabung Barat – berita harian pagi. com– Keberadaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang terlihat menumpuk di lingkungan RSUD KH Daud Arif menuai sorotan dari masyarakat dan sejumlah pihak. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait pengelolaan limbah medis yang seharusnya dilakukan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tumpukan limbah B3 terlihat berada di area penyimpanan rumah sakit. Limbah medis yang termasuk kategori berbahaya tersebut semestinya dikelola secara ketat guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Sorotan pun mengarah kepada Direktur RSUD KH Daud Arif Sahala Simatupang s, km terkait pengawasan dan tata kelola limbah medis di rumah sakit tersebut. Sejumlah warga meminta pihak manajemen memberikan penjelasan mengenai penyebab terjadinya penumpukan limbah serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasinya.
Pengelolaan limbah medis harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan lingkungan. Jika memang terjadi penumpukan, perlu ada penjelasan yang transparan kepada publik,” ujar salah seorang warga.
Selain itu, masyarakat juga mendorong instansi terkait untuk melakukan pengecekan guna memastikan pengelolaan limbah B3 di rumah sakit berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen RSUD KH Daud Arif maupun direktur rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi limbah B3 yang disebut-sebut menumpuk di area rumah sakit tersebut.
Masyarakat berharap adanya klarifikasi dari pihak rumah sakit agar informasi yang beredar dapat dijelaskan secara terbuka serta tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.
Reporter : ardi
