TANJAB BARAT –berita harian pagi. com– Proyek Pemeliharaan Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tahun Anggaran 2026 sumber dana DAU yang berada di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjab Barat menjadi sorotan.
Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp1,940 miliar, dengan pemenang pekerjaan CV Sukses Sekawan dan nilai hasil negosiasi sekitar Rp1,935 miliar. Data tender yang tersedia menunjukkan paket tersebut menggunakan metode tender pascakualifikasi satu file dengan sistem harga terendah.
Sorotan semakin menguat terkait dugaan adanya hubungan sedarah antara pihak konsultan perencana dan konsultan pengawas.
Jika hubungan tersebut benar, kondisi itu perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait, khususnya mengenai identitas pengurus, pemilik, maupun hubungan keluarga para pihak, serta bagaimana proses pemilihan dan pengawasan dilakukan.
Pasalnya, independensi pengawasan menjadi hal penting dalam pekerjaan konstruksi pemerintah.
Pengawasan seharusnya mampu memberikan kontrol terhadap kualitas, volume, spesifikasi teknis, serta kesesuaian pekerjaan dengan kontrak.
Proyek ini juga bukan pekerjaan sederhana. Dokumen teknis yang diberitakan mencakup pekerjaan pada ponton, pemotongan dan pelapisan plat, pengelasan, serta pengecatan proteksi baja.
Karena itu, publik patut mendapatkan kejelasan mengenai bagaimana mekanisme pengawasan terhadap pekerjaan tersebut dilakukan, termasuk apakah terdapat potensi konflik kepentingan apabila benar terdapat hubungan keluarga antara pihak perencana dan pihak yang mengawasi.
Dinas Perhubungan Tanjab Barat diminta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses pengadaan, penunjukan konsultan pengawas, dan perencana serta langkah yang dilakukan untuk memastikan pengawasan proyek berjalan independen dan sesuai ketentuan.
Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) maupun aparat penegak hukum juga dapat melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam proses pengadaan atau pelaksanaan pekerjaan.
Hingga berita ini disusun, pihak-pihak terkait masih perlu memberikan klarifikasi atas dugaan tersebut.
Reporter : ardi
